Laboratory Instruments • Carbon Analysis

Carbon Sulfur Analyzer

Carbon Sulfur Analyzer adalah instrumen yang mengukur kandungan C dan S total dalam logam, baja, paduan, keramik, dan material anorganik dengan metode pembakaran frekuensi tinggi.

Apa itu CS Analyzer?

Carbon Sulfur Analyzer adalah instrumen yang mengukur kandungan C dan S total dalam logam, baja, paduan, keramik, dan material anorganik dengan metode pembakaran frekuensi tinggi.

Untuk QC komposisi unsur ringan dalam baja dan besi tuang. C menentukan kekerasan, S menyebabkan kerapuhan panas. Toleransi sering <0.01%.

Sifat mekanik baja sangat tergantung C dan S. Standar baja S355 mewajibkan S <0.035%. Analisis harus cepat <2 menit dan akurat 1 ppm untuk S. Ini metode standar pabrik baja global.

Contoh Penggunaan

QC baja karbon rendah untuk otomotif: Target C 0.05% ±0.003%, S <0.015%. Hasil keluar dalam 90 detik setelah pembakaran.

Kapan CS Analyzer Digunakan?

Metalurgi & Baja

QC komposisi C dan S dalam produksi baja.

  • Baja Karbon dan Alloy
  • Besi Tuang dan Ductile Iron
  • Stainless Steel
  • Sertifikat Mill Test

Pertambangan & Geologi

Analisis ore dan batuan.

  • Bijih Besi dan Nikel
  • Batubara dan Kokas
  • Tanah dan Sedimen
  • Kadar Sulfur Total

Keramik & Refraktori

Kontrol karbon dalam material suhu tinggi.

  • Grafit dan Karbida
  • Bata Tahan Api
  • Keramik Struktural
  • Material Komposit

Jenis Sampel

Sampel Contoh Tujuan
Logam dan Paduan Baja, Besi, Ni, Cu Digerus jadi chip 0.5-1g. Harus homogen dan bebas minyak.
Keramik dan Serbuk Grafit, SiC, Ore Dihaluskan <100 mesh. Dicampur akselerator W atau Fe.
Batubara dan Kokas Padatan Karbon Tinggi Digerus halus. Butuh oksigen berlebih untuk bakar sempurna.

Hasil Analisis

Hasil % atau ppm C dan S dari kurva kalibrasi IR.

  • C % Karbon total. Baja karbon: 0.05-1.0%. Baja tahan karat: 0.02-0.08%.
  • S ppm Sulfur total. LOD 0.5 ppm. Steel clean S <10 ppm.
  • Area dan Height IR Data mentah detector NDIR untuk diagnosa pembakaran tidak sempurna.

Bagaimana Cara Kerja CS Analyzer?

Sampel 0.5g dibakar dalam furnace induksi 1450-1600°C dengan fluks Fe, W, Sn. C teroksidasi jadi CO2, S jadi SO2 oleh O2. Gas melewati dust filter dan moisture trap lalu ke sel IR. NDIR mengukur serapan IR spesifik CO2 4.26 μm dan SO2 7.4 μm. Luas puncak = jumlah C dan S.

  1. Timbang 0.5g sampel + akselerator W/Fe dalam crucible keramik.
  2. Masukkan ke furnace. Oksigen murni dialirkan.
  3. Induksi HF membakar sampel. C > CO2, S > SO2.
  4. Gas melewati filter, diukur NDIR CO2 dan SO2 secara simultan.
  5. Software konversi area puncak jadi %C dan %S vs standar.

Pelajari Konsep Dasarnya Terlebih Dahulu

Available Systems

Precision is Language. Integrity is Law