Laboratory Instruments • Spectroscopy

Fluorescence Spectrometer

Fluorescence Spectrometer adalah instrumen yang mengukur cahaya yang dipancarkan sampel setelah tereksitasi oleh cahaya UV-Vis. Hanya senyawa fluorophore yang bisa diukur.

Apa itu Fluorometer?

Fluorescence Spectrometer adalah instrumen yang mengukur cahaya yang dipancarkan sampel setelah tereksitasi oleh cahaya UV-Vis. Hanya senyawa fluorophore yang bisa diukur.

Untuk deteksi senyawa pada sensitivitas sangat tinggi ppt-ppb, karena background gelap. Dipakai untuk assay biologi, protein, DNA, dan kontaminan yang berfluoresensi alami.

Sensitivitas 100-1000x lebih tinggi dari UV-Vis Absorbance. Bisa deteksi 1 ppb quinine. Ini metode utama untuk HPLC-Fluorescence, assay enzim, dan biosensor.

Contoh Penggunaan

Uji aflatoxin B1 dalam kacang pada level 1 ppb menggunakan HPLC-FLD eksitasi 360nm emisi 440nm, sesuai regulasi FDA/EMA.

Kapan Fluorometer Digunakan?

Farmasi & Biologi

Deteksi trace level dan assay biomolekul.

  • Assay Enzim dan Protein
  • Uji DNA dengan EtBr/SYBR
  • Uji Stabilitas Obat
  • Immunosensor

Lingkungan & Pangan

Deteksi kontaminan toksik level ppt.

  • Aflatoxin dalam Pangan
  • PAH dalam Air
  • Vitamin B2 Riboflavin
  • DOM dalam Air

Material

Karakterisasi material berfluoresensi.

  • Quantum Dots
  • Polimer Fluoresen
  • Dye dan Pigmen
  • OLED Material

Jenis Sampel

Sampel Contoh Tujuan
Fluorophore Alami Tryptophan, NADH, Aflatoxin Mengandung cincin aromatik konjugasi yang memancarkan cahaya.
Fluorophore Terlabel FITC, Rhodamine, DAPI Senyawa non-fluoresen diberi label untuk dideteksi.
Kompleks Logam dengan Reagen Reaksi membentuk kompleks berfluoresensi.

Hasil Analisis

Grafik intensitas vs λ. Ada 2 tipe scan utama.

  • Emission Scan λex tetap, scan λem. Menunjukkan puncak emisi senyawa.
  • Excitation Scan λem tetap, scan λex. Menunjukkan pita serapan efektif.
  • EEM 3D Excitation-Emission Matrix. Sidik jari 3D untuk matriks kompleks.

Bagaimana Cara Kerja Fluorometer?

Sumber Xenon 150W memberi cahaya polikromatik. Monokromator eksitasi memilih λex. Cahaya eksitasi melewati sampel 90 derajat dari detector untuk minimalkan hamburan. Fluorophore menyerap dan memancarkan cahaya λem yang lebih panjang = Stokes Shift. Monokromator emisi memilih λem dan PMT mendeteksi sinyal sangat lemah.

  1. Lakukan blanko dengan pelarut untuk kurangi Rayleigh/Raman scatter.
  2. Tentukan λex dan λem optimum via scan. Atur slit 2-5 nm.
  3. Ukur emisi sampel pada λem setelah eksitasi λex.
  4. Buat kurva kalibrasi pada rentang linier rendah untuk kuantifikasi.
  5. Koreksi inner filter effect jika A >0.1 pada λex atau λem.

Pelajari Konsep Dasarnya Terlebih Dahulu

Available Systems

Precision is Language. Integrity is Law