Laboratory Instruments • Chromatography

Gas Chromatography

Gas Chromatography adalah teknik pemisahan senyawa volatil dan semivolatile dengan mempartisikan analit antara fase gerak gas inert dan fase diam cair atau padat di dalam kolom kapiler atau packed.

Apa itu GC?

Gas Chromatography adalah teknik pemisahan senyawa volatil dan semivolatile dengan mempartisikan analit antara fase gerak gas inert dan fase diam cair atau padat di dalam kolom kapiler atau packed.

Untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengkuantifikasi campuran senyawa yang dapat menguap tanpa dekomposisi pada suhu injeksi dan kolom, biasanya <400°C.

GC memiliki efisiensi pemisahan sangat tinggi >100.000 plate. Ini standar emas untuk analisis petrokimia, forensik, lingkungan, flavor, dan residu pestisida volatil.

Contoh Penggunaan

Uji residu pelarut sisa USP <467> Class 1-3 dalam bahan baku obat dianalisis dengan GC-FID menggunakan kolom kapiler 30m x 0.53mm.

Kapan GC Digunakan?

Petrokimia

Analisis hidrokarbon dan gas.

  • Simulated Distillation ASTM D2887
  • Analisis Gas Alam
  • Uji Bilangan Oktan
  • Profil FAME

Lingkungan & Forensik

Deteksi kontaminan volatil dan toksin.

  • VOC dalam Air dan Udara
  • Residu Pestisida Organochlorin
  • Analisis Kebakaran Arson
  • Toksikologi Obat Terlarang

Farmasi & Pangan

Uji pelarut sisa dan flavor.

  • Residual Solvents USP <467>
  • Analisis Flavor dan Aroma
  • Uji Kadar Alkohol
  • Analisis Lemak Trans

Jenis Sampel

Sampel Contoh Tujuan
Senyawa Volatil Gas, Pelarut, Alkohol Titik didih rendah <400°C dan stabil saat diuapkan.
Senyawa Semivolatile Pestisida, PAH Dapat diuapkan dengan derivatisasi atau injeksi splitless.
Gas CO2, O2, N2, CH4 Analisis komposisi gas dengan kolom packed atau PLOT.

Hasil Analisis

Grafik sinyal detector vs waktu dengan peak terpisah untuk tiap senyawa.

  • Retention Time Waktu analit keluar kolom. Dipakai untuk identifikasi kualitatif.
  • Peak Area % Persentase relatif untuk analisis kemurnian atau kadar.
  • Resolusi Rs Pemisahan 2 peak. Rs >1.5 = baseline resolved sesuai USP.

Bagaimana Cara Kerja GC?

Sampel diuapkan di injector 250-300°C lalu dibawa gas inert He, H2, atau N2 melalui kolom panjang 15-60m. Senyawa berinteraksi berbeda dengan fase diam di dinding kolom. Senyawa volatil dan non-polar keluar lebih dulu. Detector di ujung kolom mengubah analit jadi sinyal listrik untuk dibentuk kromatogram.

  1. Sampel 0.1-2 μL diinjeksikan ke injector panas dengan teknik split atau splitless.
  2. Gas pembawa mengalirkan uap sampel melalui kolom dalam oven suhu terprogram.
  3. Senyawa terpisah berdasarkan titik didih dan kepolaran terhadap fase diam.
  4. Detector mendeteksi senyawa saat keluar: FID membakar di nyala H2/udara.
  5. Data akuisisi membentuk kromatogram untuk identifikasi dan kuantifikasi.

Pelajari Konsep Dasarnya Terlebih Dahulu

Available Systems

Precision is Language. Integrity is Law