Medis & Klinis
Mendiagnosis penyakit infeksius dan kelainan genetik.
- Deteksi Virus/Bakteri
- Skrining Onkologi
- Identifikasi Mutasi Gen
- Tes Prenatal
PCR adalah instrumen biologi molekuler yang digunakan untuk mengamplifikasi (menggandakan) satu atau beberapa salinan segmen DNA menjadi miliaran salinan secara spesifik.
PCR adalah instrumen biologi molekuler yang digunakan untuk mengamplifikasi (menggandakan) satu atau beberapa salinan segmen DNA menjadi miliaran salinan secara spesifik.
Sampel biologis seringkali hanya mengandung materi genetik dalam jumlah yang sangat sedikit. PCR membantu memperbanyak target DNA tersebut agar jumlahnya cukup untuk dideteksi dan dianalisis.
Tanpa proses amplifikasi yang optimal, fragmen materi genetik yang dicari tidak akan terbaca oleh sistem detektor, menghasilkan analisis yang tidak valid (false negative).
Ketika mendeteksi patogen patogenik seperti virus influenza atau bakteri pada pasien, jumlah sampel awal sangat kecil. Mesin PCR digunakan untuk menggandakan materi genetik virus tersebut hingga ukurannya cukup besar untuk dipastikan keberadaannya.
Mendiagnosis penyakit infeksius dan kelainan genetik.
Identifikasi individu dari sampel biologis minimal.
Mendeteksi kontaminasi patogen dan GMO pada produk pangan.
| Sampel | Contoh | Tujuan |
|---|---|---|
| Swab Nasofaring / Cairan Tubuh | Ekstrak RNA/DNA Pasien | Mendeteksi keberadaan fragmen materi genetik virus aktif. |
| Darah (Whole Blood) | Sampel DNA Manusia | Analisis mutasi genetik atau identifikasi profil keturunan. |
| Jaringan Tanaman / Daging | Ekstrak Pangan Olahan | Memverifikasi keaslian bahan baku atau kontaminasi biologis. |
Visualisasi hasil replikasi materi genetik target.
Sampel DNA target dipanaskan dan didinginkan secara berulang dalam siklus termal yang presisi melalui tiga tahap utama: denaturasi untai, penempelan primer, dan pemanjangan untai baru oleh enzim DNA polymerase.
Memahami penyusunan hipotesis genetik dan kontrol eksperimen biologis.
Mengatur tata letak sumur sampel, kontrol positif, dan kontrol negatif (NTC) secara valid.
Memastikan akurasi mikropipeting reagen skala mikroliter (µL).
Memahami isolasi materi genetik murni dan penghilangan inhibitor PCR sebelum reaksi.
Mempelajari spesifisitas penempelan sekuens nukleotida pada untai cetakan.
Memahami pengaruh akurasi perubahan suhu mesin terhadap efisiensi reaksi amplifikasi.
Membaca pita fragmen DNA hasil PCR berdasarkan ukuran base pair.
Menerapkan alur kerja satu arah (pre-PCR ke post-PCR) guna menghindari amplifikasi semu.
Menjaga keandalan blok pemanas sumur agar distribusi suhu seragam dan konsisten.
Memastikan sensitivitas metode dalam mendeteksi konsentrasi DNA terendah.
Menjamin ketertelusuran dokumen mentah hasil running instrumen tanpa manipulasi.